
BENERDEH.COM, BANDUNG — Kepedulian terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika mendorong munculnya gagasan GAN (Generasi Anti Narkotika) yang diusung Iwan Marwan, aktivis asal Kabupaten Bandung
GAN dikemas sedemikian rupa sebagai sebuah gerakan masyarakat yang menempatkan pencegahan, edukasi, dan keterlibatan publik sebagai kekuatan utama.
Menurut Iwan, GAN tidak diarahkan semata-mata sebagai gerakan yang mengedepankan kampanye bahaya narkotika, tetapi sebagai wadah kolaborasi masyarakat untuk membangun lingkungan yang memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika.
Gagasan yang dikembangkan, persoalan narkotika tidak cukup dihadapi melalui pendekatan penindakan. Keluarga, lingkungan pendidikan, pemuda, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha, media, serta pemerintah perlu mengambil bagian dalam upaya pencegahan.
“Perang terhadap narkotika tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus membangun gerakan yang hadir dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat,” demikian gagasan GAN yang diusung Iwan Marwan, Minggu (26/8/2026).
GAN nantinya diarahkan untuk mengembangkan sejumlah kegiatan yang bersifat edukatif dan preventif, antara lain kampanye kesadaran bahaya narkotika, pendidikan bagi generasi muda, penguatan peran keluarga, kegiatan komunitas, serta pembentukan jejaring masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan narkotika.
Pendekatan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun ketahanan masyarakat hingga tingkat desa dan komunitas. Program pencegahan narkotika berbasis masyarakat selama ini juga menempatkan relawan, satgas, kampanye, dan kegiatan edukasi sebagai bagian dari upaya membangun daya tangkal masyarakat.
Iwan Marwan menilai gerakan anti narkotika harus mampu menawarkan ruang positif bagi generasi muda.
Karena itu, GAN didorong tidak hanya berbicara mengenai narkotika, tetapi juga membuka ruang bagi kegiatan olahraga, seni, budaya, kreativitas, pendidikan, kewirausahaan, dan kegiatan sosial.
Dengan pendekatan tersebut, generasi muda tidak hanya diajak untuk mengatakan “tidak pada narkotika”, tetapi juga diberikan ruang untuk mengatakan “ya” kepada masa depan yang lebih baik.
GAN juga diproyeksikan menjadi gerakan yang terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dunia usaha, media, serta lembaga yang memiliki kewenangan di bidang pencegahan dan pemberantasan narkotika.
“Kita tidak ingin GAN menjadi gerakan milik kelompok tertentu. Semangatnya adalah gerakan bersama. Siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa harus bisa mengambil bagian,” ujar Iwan Marwan.
Melalui GAN, gerakan anti narkotika diharapkan dapat berkembang dari tingkat komunitas hingga wilayah yang lebih luas dengan mengedepankan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sebab, melindungi generasi dari ancaman narkotika bukan hanya persoalan hari ini, tetapi merupakan investasi sosial untuk menyelamatkan masa depan bangsa. (*)
